Jumat, 04 Juni 2010

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

(Composed by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive


They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze


We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right


But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze


We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight



Translate song for Gaza (We Will Not Go Down)


Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan kobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah dan benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini.

Semoga Allah SWT, selalu melindungi dan memberi kemenangan terhadap saudara-saudara kita, rakyat palestina dan pejuang mujahidin Hamas di Gaza. Insya Allah. Amin.


Rabu, 02 Juni 2010

Ku Yakin mereka telah Siap untuk Syahid

Dua hari lalu tepatnya hari Senin, 31 Mei 2010 kapal perang Israel dan tentara Israel menyerang kapal Mavi Marmara yang didalamnya terdapat aktivis relawan termasuk 12 orang Warga Negara Indonesia yang berasal dari tiga elemen berbeda yang tentu saja punya niat ikhlas untuk membantu rakyat Palestina di Gaza, membuka blokade Israel sehingga mendapatkan akses untuk kehidupan mereka.

Sungguh sangat menyedihkan dan kemudian menyulut kemarahan siapa saja yang mendengar dan menyaksikan berita tersebut karena akibat dari penyerangan itu puluhan aktivis tewas dan puluhan lainnya luka-luka, tak terkecuali diriku yang tetap setia menunggu perkembangan terbaru dari kejadian ini.

Luapan kemarahan di berbagai negara tak terpungkiri lagi, demo di sana sini, mengecam kebrutalan tentara Israel. Berbagai reaksi diperlihatkan, ada beberapa negara yang langsung memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel, ada juga yang hanya menyatakan penyesalan terhadap kejadian tersebut, dan berbagai reaksi lainnya baik yang tegas ataupun yang masih malu-malu kucing.

Sungguh pun berbagai reaksi terjadi, tapi aku yakin mereka para aktivis itu sudah siap untuk syahid, mereka pasti telah mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin untuk menghadapi kemungkinan terburuk (mungkinkah Syahid jadi kemungkinan terburuk ?? atau malah sebaliknya ???). Jangankan hanya untuk menghadapi penyerangan itu di kapal, tentunya setelah sampai di daratan Gaza, mereka akan dihadapkan dengan hal-hal yang lebih berat dari sekedar penyerangan di kapal (yang mungkin saja tak pernah mereka duga sebelumnya).

Di Gaza...para aktivis (relawan) pastinya akan sering berhadapan dengan senjata api, telinga mereka akan terbiasa dengan dentuman bom, mata mereka akan terbiasa dengan pemandangan yang menyedihkan, kematian ada dimana-mana, tangisan mungkin juga akan mereka dengar walaupun aku yakin tak akan sering karena aku pun yakin mereka (rakyat Gaza) pasti sudah siap untuk menjadi Syahid.

Aku pun yakin...keluarga yang para aktivis tinggalkan sudah siap dengan kemungkinan-kemungkinan di atas, karena mestinya mereka (para aktivis itu) sudah mempersiapkan keluarga mereka dengan bekal ikhlas dan tawakal kalau-kalau sesuatu terjadi pada mereka.

Aku pun berharap, insyaAllah para aktivis itu benar-benar ikhlas niatnya sehingga tak perlu ada pertanyaan " mengapa para aktivis mau dikeluarkan dari penjara? " " mengapa mereka mau dideportasi dari Israel ? Bukankah tujuan mereka kesana adalah untuk memasuki wilayah Israel ? Lalu dimanakah letak perjuangan para aktivis itu sementara sudah ada beberapa nyawa yang jadi korban ?? " Aku berharap pertanyaan-pertanyaan itu hanya sekedar pertanyaan saja, karena aku masih yakin...mereka telah siap untuk Syahid.

Wallahua'lam

*kutulis di saat kumerasakan kegelisahan seorang istri yang menantikan suaminya nun jauh di sana*