
Tak terasa sudah hari kamis lagi, berarti sudah seminggu aku keluar dari Rumah Sakit. Yeah, aku terpaksa harus diopname di rumkit karena setelah tes darah ternyata hasilnya aku positif Malaria Vivax stadium dua. Yang lebih disayangkan lagi, putri kecilku juga terkena Malaria yang sama, vivax stadium awal. Rencananya hanya berobat saja, tapi saat nunggu hasil lab, tiba-tiba badan dingin semua, dah dapet lagi tuh yang namanya gejala Malaria, langsung dimasukin di ruang perawatan.
Ya Allah, seumur-umur hidupku (semoga nggak lagi deh masuk rumah sakit karena sakit, amin), aku baru dua kali masuk perawatan rumah sakit, yang pertama waktu ngelahirin Chacha dan yang kedua ya yang barusan masuk seminggu lalu. Terasa sekali betapa tidak mengenakkan berada di rumah sakit, pikiranku selalu teringat Chacha dan rumah. Apalagi lokasi Rumkit yang jauh dari kota Banggai, membuatku tambah nggak semangat lagi berada di rumkit. Aku kasian pada suamiku, yang harus bolak balik ngurusi kami berdua (aku dan Chacha), karena Chacha tidak mau dirawat di rumkit, takut dia melihat jarum infus yang ada di tanganku. Aku berharap waktu itu, semoga suamiku kuat hadapi semua ini, jangan sampai drop staminanya.
Malam pertama di rumkit, Chacha nggak mau tidur di rumah tanpa aku, terpaksa jam delapan malam dilarikan ke rumkit untuk bertemu aku, tidur bersebelahan denganku, sempit-sempitan, sambil tangan yang ada jarum opnamenya kusembunyikan, kasian Chachaku, hasilnya aku semalaman nggak bisa tidur, terus terjaga. Satu persatu, bergantian kupandangi suamiku yang tertidur pulas di tempat tidur sebelah, Chacha yang pulas juga tidurnya dalam dekapanku, dan Sulastri yang setia menemaniku mengurus semua urusan kecil di rumkit, terima kasih ya Allah kau beri mereka kekuatan untuk merawatku yang sakit ini.
Besoknya, aku dah berkeras mau pulang, nggak tahan aku dengan kondisi di rumah sakit, kasian sama suamiku yang harus bolak balik rumah - rumkit, kalau dekat nggak apa-apa, ini jauhnya minta ampun, fotokopi askes hanya 6 lembar harus lari ke kota, makan waktu sekali, akhirnya walaupun sebenarnya dokter belum mengijinkan tapi keputusan dikembalikan pada kami, aku mantap pulang, rindu rumah, rindu tempat tidur di rumah, semoga bisa lebih sehat lagi harapanku.
Sampai di rumah, serasa sakitku berkurang, apalagi bertemu dengan putri kecilku yang kegirangan melihat mamah dan papahnya balik, aku peluk dia sekenceng-kencengnya, rinduuuu sekali sama Chacha, langsung terjun payung di tempat tidurku yang sudah rapi. Tekadku dalam hati "aku harus cepat sembuh, untuk Chacha dan suamiku". Enaknya di rumah, mau apa-apa nggak perlu lama-lama, bisa nonton televisi, bisa internetan hehehehe..., klo di rumah sakit kan nggak bisa begituan, nggak ada signalnya pula, susah komunikasi, jadinya berasa lebih sakit lagi. Than it works...aku merasa benar-benar sehat setelah berada di rumah,panas jadi turun, nggak demam lagi, aku bisa tidur pulas malamnya, Alhamdulillah.
Cermin dari sakitku ini, teringat seorang teman datang menjenguk dan berkata "mungkin ada baiknya kita sakit, sakit punya banyak manfaat, salah satunya adalah menghapuskan dosa-dosa kita, manfaat yang lainnya lagi adalah kita bisa rehat sejenak dari aktifitas kita sehari-hari " aku mengiyakan. Dua minggu terakhir memang aku lagi sibuk-sibuknya, bahkan makan pun nggak terpikir lagi, alhasil selain malaria, diagnosa dokter juga menyatakan aku maag. Pengennya seh turun badan karena kemaren berat badanku agak naik, takut naik-naik terus, akhirnya makan dikurangi, eh malah jadi maag. Sekarang, jadi turun beneran berat badanku, yaaa salah satu cermin dari sakit kemarin hehehehe.
Terakhir, aku terharu, di saat sakit seperti ini, kelihatan banget orang yang peduli padaku, banyak teman-teman yang menjengukku di rumah sakit maupun di rumah, sampai-sampai, segala macam makanan kecil jadi bertumpuk di meja, bahkan ada yang ketika aku sudah keluar dari rumah sakit, masih datang menjenguk, alhasil hanya tempat tidur kosong yang ditemui ^__^. Yang lebih membuatku terharu lagi, ketika teman-teman kantor suamiku menjenguk di rumah, mulai dari pak ketua, pak Waka, dan teman-teman lainnya, rombongan datang ke rumah kami yang kecil, bener-bener bantuan spirit buatku untuk cepat sembuh, saat itu aku berpikir " ini baru istrinya yang sakit udah dijenguk rombongan begini, apalagi kalau suamiku yang sakit ya ". Bener-bener terharu....
Intinya, aku harus banyak bersyukur dengan sakit yang kemarin, teguran buatku yang kadang lalai padaMU,sekarang aku harus banyak istirahat, menggunakan waktu sebaik mungkin, klo kemarin agak ngedrop kerjanya, sekarang harus dibawa santai, makan jalan terus, harus tetap fit, apalagi sudah pernah kena Malaria. Sehat itu terasa sangat menyenangkan ketika kita merasakan sakit.
Banggai, 05 Agustus 2010
Irma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar