Enam hari "transit" di rumah Mertua, sungguh sangat mengesankan buatku, semua hari-hariku ingin kubuat mengesankan selalu, enjoy dengan semua yang aku alami, ini aku dan hidupku ^_^
Sederhana, itulah kesan yang selama ini aku rasakan jika berinteraksi dengan keluarga suamiku apalagi tinggal di dalamnya, tidak ada yang berlebihan karena memang tak ada yang bisa dilebih-lebihkan...
Mertuaku, papa Mantu hanyalah petani kebun yang di sela-sela aktifitasnya itu, beliau juga imam di Masjid ujung kampung, mama Mantu juga hanya ibu rumah tangga yang turut membantu suaminya bekerja di kebun, tentu saja mereka tak mengenyam pendidikan setinggi yang kita rasakan, tapi bagiku mereka sudah berhasil mendidik anak-anaknya, membentuk karakter yang baik pada anak-anaknya, menjadikan mereka mandiri dan tangguh.
Selama aku berada di sini, banyak yang berkesan, suamiku bersaudara berkumpul bersama, wow, ceria sekali, sungguh terbangun komunikasi yang sehat antara mereka semuanya, suamiku satu-satunya anak yang PNS, selebihnya tidak tapi mereka adalah anak-anak yang mandiri..
Ramadhan, memang mempererat persaudaraan, terbukti selama aku di kampung, wara wiri ke syukuran keluarga, baik syukuran ipar-iparku, tante-tante dan om-om suamiku (wah jadi iri melihat udah kakek nenek tapi persaudaraannya kental banget, aku pun berharap begitu dengan adik-adikku, amin)
Aku bersyukur jadi bagian dari mereka
Mendono, 11082010
Irosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar